Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Gelar Workshop Revisi Kurikulum Berbasis Wahdatul ‘Ulum

Medan – Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menggelar Workshop Revisi Kurikulum Berbasis Wahdatul ‘Ulum pada Kamis, 21 Juli 2022 bertempat di Aula Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi UIN Sumatera Utara sebagai universitas integratif yang mengusung paradigma Wahdatul ‘Ulum — kesatuan antara ilmu agama dan ilmu umum yang berpadu dalam satu sistem keilmuan yang utuh.
Workshop ini diadakan dalam rangka meninjau dan menyempurnakan kurikulum seluruh program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam agar lebih relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, serta standar Outcome-Based Education (OBE). Melalui kegiatan ini diharapkan lahir rancangan kurikulum yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam setiap capaian pembelajarannya.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang pengembangan kurikulum dan integrasi keilmuan, yakni:
- Prof. Dr. Zainal Arifin, Lc., MA (UIN Sumatera Utara),
- Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.Ag (UIN Ar-Raniry Banda Aceh),
- Dr. Andi Ashadi, M.Ag (UIN Imam Bonjol Padang), dan
- Warjio, MA., Ph.D (UIN Sumatera Utara).
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Prof. Dr. Amroeni Drajat, M.Ag, menyampaikan bahwa revisi kurikulum merupakan bagian penting dari proses akademik yang berkelanjutan. Menurut beliau, kurikulum bukan sekadar dokumen formal, tetapi merupakan ruh dari proses pendidikan yang menentukan arah, karakter, dan kualitas lulusan.
“Melalui paradigma Wahdatul ‘Ulum, kita ingin memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas spiritual, moral, dan sosial. Ilmu agama dan ilmu umum harus berjalan beriringan untuk melahirkan generasi ulul albab,” ujar Prof. Amroeni Drajat dalam sambutannya.
Workshop ini diikuti oleh para dosen, ketua program studi, sekretaris program studi, dan tim pengembang kurikulum dari seluruh jurusan dan program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Salah satu program studi yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, yang tengah melakukan penyempurnaan struktur kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan tetap mengacu pada kerangka keilmuan Wahdatul ‘Ulum.
Perwakilan dari Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menjelaskan bahwa revisi kurikulum kali ini diarahkan pada penguatan kompetensi lulusan yang memiliki kemampuan menafsirkan Al-Qur’an secara kontekstual dengan pendekatan interdisipliner, serta memperkuat sinergi antara kajian tafsir klasik dan isu-isu kontemporer.
Selain itu, dalam sesi diskusi, para narasumber memberikan masukan konstruktif mengenai pentingnya penyusunan capaian pembelajaran lulusan (Learning Outcomes) yang terukur, penjabaran mata kuliah yang selaras dengan kebutuhan pengguna lulusan, serta penerapan sistem evaluasi berbasis kompetensi.
Suasana workshop berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai arah pengembangan kurikulum di masa depan. Banyak ide-ide segar yang muncul dari para dosen, terutama terkait integrasi antara ilmu tafsir, ilmu sosial, dan pendekatan kemanusiaan dalam konteks pendidikan tinggi Islam.
Di akhir kegiatan, para peserta menyusun rumusan awal hasil revisi yang akan menjadi bahan lanjutan dalam penyusunan dokumen kurikulum fakultas. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan cendera mata kepada narasumber, serta foto bersama seluruh peserta dan pimpinan fakultas.
Melalui workshop ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam berharap seluruh program studi dapat memiliki kurikulum yang kokoh, integratif, dan adaptif terhadap perkembangan keilmuan modern, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas UIN Sumatera Utara.
